A. Sikap
Ada beberapa pengertian tentang sikap (attitude) dan perilaku (behavior)
menurutbeberapa sumber diantaranya :Carl Jung seorang ahli yang
membahas tentang sikap. Ia mendefinisikan tentang sikapsebagai "kesiapan
dari psike untuk bertindak atau bereaksi dengan cara tertentu".
Sikapsering muncul dalam bentuk pasangan, satu disadari sedang yang
lainnya tidak disadari.Sumber di www. wikipedia.org menjelaskan sikap
adalah perasaan seseorang tentangobyek, aktivitas, peristiwa dan
orang lain. Perasaan ini menjadi konsep yangmerepresentasikan suka
atau tidak sukanya (positif, negatif, atau netral) seseorang pada
sesuatu.
Seseorang pun dapat menjadi ambivalen terhadap suatu target, yang
berarti ia terusmengalami bias positif dan negatif terhadap sikap
tertentu.Sikap muncul dari berbagai bentuk penilaian. Sikap dikembangkan
dalam tiga model,yaitu afeksi, kecenderungan perilaku, dan kognisi.
Respon afektif adalah respon fisiologisyang mengekspresikan kesukaan
individu pada sesuatu. Kecenderungan perilaku adalahindikasi verbal dari
maksud seorang individu. Respon kognitif adalah pengevaluasian
secarakognitif terhadap suatu objek sikap. Kebanyakan sikap individu
adalah hasil belajar sosial dari lingkungannya.
Bisa terdapat kaitan antara sikap dan perilaku seseorang walaupun
tergantung padafaktor lain, yang kadang bersifat irasional. Sebagai
contoh, seseorang yang menganggappenting transfusi darah belum tentu
mendonorkan darahnya. Hal ini masuk akal bila orangtersebut takut
melihat darah, yang akan menjelaskan irasionalitas tadi.Sikap dapat
mengalami perubahan sebagai akibat dari pengalaman. Tesser
(1993)berargumen bahwa faktor bawaan dapat mempengaruhi sikap tapi
secara tidak langsung.Sebagai contoh, bila seseorang terlahir dengan
kecenderungan menjadi ekstrovert, makasikapnya terhadap suatu jenis
musik akan terpengaruhi. Sikap seseorang juga dapat berubahakibat
bujukan. Hal ini bisa terlihat saat iklan atau kampanye mempengaruhi
seseorang.
Lou Holtz berpendapat Ability is what you're capable of doing.
Motivationdetermines what you do. Attitude determines how well you do
it." (Kemampuan adalah apayang Anda mampu lakukan. Motivasi
menentukan apa yang Anda lakukan. Sikapmenentukan seberapa baik
Anda melakukannya.
KARAKTERISTIK DAN PERILAKU MANUSIA
Karakteristik dan Hakikat Manusia
Unsur manusia adalah unsur yang paling vital di dalam organisasi. Ia
dapat menggagalkan dan mendukung keberhasilan usaha pencapaian tujuan
organisasi. Hal ini disebabkan oleh sifat yang unik dalam diri manusia.
Manusia memiliki perbedaan masing-masing, yang disebabkan oleh adanya
perbedaan kemampuan, latar belakang, aspirasi, dll. Motivasi kerjanya
juga sangat bergantung pada perbedaan-perbedaan yang khas tersebut. Oleh
sebab itu, kita perlu memandang manusia secara menyeluruh, utuh, dan
dalam integritas pribadi.
Sikap dan Perilaku
Sedikitnya ada tiga pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami
perilaku manusia, yaitu pendekatan kognitif, pendekatan kepuasan, dan
pendekatan psikoanalisis.
Pendekatan kognitif memanfaatkan munculnya perilaku sebagai jawaban
(respons) dari adanya rangsangan (stimulus) yang diterima orang-orang.
Pendekatan kepuasan menunjukkan bahwa seseorang akan merasa puas apabila
kebutuhannya dapat terpenuhi, dan pekerjaan yang diterimanya menarik
dan menantang kemampuannya.
Dari pendekatan psikoanalisis, diketahui ada tiga unsur yang dapat
menyebabkan perilaku seseorang, yaitu id, ego dan super ego yang
masing-masing dapat saling bertentangan. Id merupakan unsur yang
menyebabkan munculnya perilaku tanpa mempedulikan unsur yang lain. Akan
tetapi dua unsur yang lain juga dapat saling mendukung atau saling
menolak terhadap keinginan id. Interaksi ketiga unsur tersebut
mengakibatkan munculnya perilaku tertentu.
Teori Kepribadian
Sebenarnya, masalah perilaku manusia sangat sulit diramalkan
kemunculannya. Sangat bergantung kepada kepribadian yang juga
dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan dan faktor keturunan, yang
tentu saja akan berbeda bagi masing-masing individu. Cara ia merespons
terhadap rangsangan lingkungan sangat berbeda, sehingga kita sulit
meramalkan perilaku, kecuali kita dapat memahami lingkungannya.
Di sisi lain, ada pendekatan ciri yang dapat menunjukkan kecenderungan
konsistensi perilaku seseorang, sebab ciri dianggap bagian yang
membentuk kepribadian dan penunjuk perilaku. Namun pendapat ini banyak
dikritik, sebab ciri tidak dapat dibuktikan secara kausal terhadap
perilaku. Ciri juga tidak dapat memberikan pengertian tentang
perkembangan dan dinamika kepribadian. Ciri juga tidak memberikan
perhatian dengan situasi pekerjaan.
Sigmund Freud mengatakan bahwa kehidupan ketika manusia tumbuh dari
kecil mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku setelah ia dewasa,
khususnya faktor-faktor ketidaksadaran.
Peran dan Perilaku
Dalam kehidupannya, tanpa disadari, sebenarnya masing-masing orang telah
membawakan perannya, baik tunggal maupun ganda, baik dalam kehidupan
sehari-hari di rumah maupun di dalam organisasi.
Fungsi peran di dalam organisasi sangatlah penting, agar tidak terjadi
konflik dan kerancuan peran antara satu anggota dan anggota lainnya.
Fungsi tersebut diperjelas dengan adanya uraian tugas (job description),
yang menunjukkan posisi seseorang dalam organisasi, termasuk
batas-batas wewenangnya, kekuasaan, hak, kewajiban, dll.
Persepsi terhadap fungsi peran tersebut dapat mempengaruhi perilaku
seseorang dalam organisasi dan kinerja individu serta kelompok atau
organisasinya.
Sumber : http://suryanto-bogor.blogspot.com/2011/12/mempengaruhi-sikap-dan-perilaku.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar