Variabel yang Mempengaruhi Sosiologi Keluarga dan Rumah Tangga
Pemasar dapat memahami keluarga dan keputusan rumah tangga yang
lebih baik dengan memeriksa dimensi sosiologis tentang bagaimana
keluarga membuat keputusan konsumen. Tiga variabel sosiologis yang membantu menjelaskan bagaimana fungsi keluarga meliputi kohesi, adaptasi, dan komunikasi.
* Kohesi adalah ikatan emosional antara anggota keluarga. Itu mengukur seberapa dekat satu sama lain merasa anggota keluarga pada tingkat emosional. Kohesi mencerminkan rasa keterhubungan atau keterpisahan dari anggota keluarga lainnya.
* Adaptasi mengukur kemampuan
sebuah keluarga untuk mengubah struktur kekuasaannya, hubungan peran,
dan aturan hubungan dalam respon terhadap stres situasional dan
perkembangan. Tingkat adaptasi menunjukkan seberapa baik keluarga dapat memenuhi tantangan yang disajikan oleh situasi berubah.
* Komunikasi adalah dimensi memfasilitasi, penting untuk gerakan pada dua dimensi lainnya.
Keterampilan komunikasi positif (seperti empati, mendengarkan
reflektif, komentar mendukung) memungkinkan anggota keluarga untuk
berbagi kebutuhan mereka berubah karena mereka berhubungan dengan kohesi
dan kemampuan beradaptasi. Keterampilan komunikasi
negatif (seperti pesan ganda, ganda mengikat, kritik) meminimalkan
kemampuan untuk berbagi perasaan, sehingga membatasi gerakan dalam
dimensi kohesi dan kemampuan beradaptasi. Memahami apakah keluarga
anggota puas dengan pembelian keluarga membutuhkan komunikasi dalam keluarga.
Untuk menentukan bagaimana keluarga membuat keputusan pembelian dan
bagaimana keluarga mempengaruhi perilaku pembelian masa depan
anggotanya, hal ini berguna untuk memahami fungsi yang disediakan dan
peran yang dimainkan oleh anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan
konsumsi mereka.
SUMBER : http://hadasiti.blogspot.com/2011/12/pengaruh-keluarga-dan-rumah-tangga.html
Selasa, 08 Januari 2013
PENGARUH KELAS SOSIAL & STATUS
PENGERTIAN KELAS SOSIAL
Kelas
sosial didefinisikan sebagai suatu strata ( lapisan ) orang-orang yang
berkedudukan sama dalam kontinum ( rangkaian kesatuan ) status sosial.
Definisi ini memberitahukan bahwa dalam masyarakat terdapat orang-orang
yang secara sendidi-sendidi atau bersama-sama memiliki kedudukan social
yang kurang lebih sama. Mereka yang memiliki kedudukan kurang lebih sama
akan berada pada suatu lapisan yang kurang lebih sama pula.
Kelas
sosial didefinisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam
suatu hierarki status kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap
kelas secara relatif mempunyai status yang sama, dan para anggota kelas
lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kategori
kelas sosial biasanya disusun dalam hierarki, yang berkisar dari status
yang rendah sampai yang tinggi. Dengan demikian, para anggota kelas
sosial tertentu merasa para anggota kelas sosial lainnya mempunyai
status yang lebih tinggi maupun lebih rendah dari pada mereka. Aspek
hierarkis kelas sosial penting bagi para pemasar. Para konsumen membeli
berbagai produk tertentu karena produk-produk ini disukai oleh anggota
kelas sosial mereka sendiri maupun kelas yang lebih tinggi, dan para
konsumen mungkin menghindari berbagai produk lain karena mereka merasa
produk-produk tersebut adalah produk-produk “kelas yang lebih rendah”.
Pendekatan
yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai
kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan
ukuran objektif dari kelas sosial. Peneliti konsumen telah menemukan
bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup
tertentu ( kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama ) yang
cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial
lainnya.
Para
individu dapat berpindah ke atas maupun ke bawah dalam kedudukan kelas
sosial dari kedudukan kelas yang disandang oleh orang tua mereka. Yang
paling umum dipikirkan oleh orang-orang adalah gerakan naik karena
tersedianya pendidikan bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan
dan memajukan diri.
Dengan
mengenal bahwa para individu sering menginginkan gaya hidup dan
barang-barang yang dinikmati para anggota kelas sosial yang lebih tinggi
maka para pemasar sering memasukkan simbol-simbol keanggotaan kelas
yang lebih tinggi, baik sebagai produk maupun sebagai hiasan dalam iklan
yang ditargetkan pada audiens kelas sosial yang lebih rendah.
PENGERTIAN STATUS SOSIAL
Status
sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam
masyarakatnya (menurut Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial
yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat
dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
SUMBER : http://sahbudin.blogspot.com/2011/10/pengaruh-kelas-sosial-dan-status.html
Mempengaruhi Sikap & Perilaku
A. Sikap
Ada beberapa pengertian tentang sikap (attitude) dan perilaku (behavior) menurutbeberapa sumber diantaranya :Carl Jung seorang ahli yang membahas tentang sikap. Ia mendefinisikan tentang sikapsebagai "kesiapan dari psike untuk bertindak atau bereaksi dengan cara tertentu". Sikapsering muncul dalam bentuk pasangan, satu disadari sedang yang lainnya tidak disadari.Sumber di www. wikipedia.org menjelaskan sikap adalah perasaan seseorang tentangobyek, aktivitas, peristiwa dan orang lain. Perasaan ini menjadi konsep yangmerepresentasikan suka atau tidak sukanya (positif, negatif, atau netral) seseorang pada sesuatu.
Seseorang pun dapat menjadi ambivalen terhadap suatu target, yang berarti ia terusmengalami bias positif dan negatif terhadap sikap tertentu.Sikap muncul dari berbagai bentuk penilaian. Sikap dikembangkan dalam tiga model,yaitu afeksi, kecenderungan perilaku, dan kognisi. Respon afektif adalah respon fisiologisyang mengekspresikan kesukaan individu pada sesuatu. Kecenderungan perilaku adalahindikasi verbal dari maksud seorang individu. Respon kognitif adalah pengevaluasian secarakognitif terhadap suatu objek sikap. Kebanyakan sikap individu adalah hasil belajar sosial dari lingkungannya.
Bisa terdapat kaitan antara sikap dan perilaku seseorang walaupun tergantung padafaktor lain, yang kadang bersifat irasional. Sebagai contoh, seseorang yang menganggappenting transfusi darah belum tentu mendonorkan darahnya. Hal ini masuk akal bila orangtersebut takut melihat darah, yang akan menjelaskan irasionalitas tadi.Sikap dapat mengalami perubahan sebagai akibat dari pengalaman. Tesser (1993)berargumen bahwa faktor bawaan dapat mempengaruhi sikap tapi secara tidak langsung.Sebagai contoh, bila seseorang terlahir dengan kecenderungan menjadi ekstrovert, makasikapnya terhadap suatu jenis musik akan terpengaruhi. Sikap seseorang juga dapat berubahakibat bujukan. Hal ini bisa terlihat saat iklan atau kampanye mempengaruhi seseorang.
Lou Holtz berpendapat Ability is what you're capable of doing. Motivationdetermines what you do. Attitude determines how well you do it." (Kemampuan adalah apayang Anda mampu lakukan. Motivasi menentukan apa yang Anda lakukan. Sikapmenentukan seberapa baik Anda melakukannya.
KARAKTERISTIK DAN PERILAKU MANUSIA
Karakteristik dan Hakikat Manusia
Unsur manusia adalah unsur yang paling vital di dalam organisasi. Ia dapat menggagalkan dan mendukung keberhasilan usaha pencapaian tujuan organisasi. Hal ini disebabkan oleh sifat yang unik dalam diri manusia.
Manusia memiliki perbedaan masing-masing, yang disebabkan oleh adanya perbedaan kemampuan, latar belakang, aspirasi, dll. Motivasi kerjanya juga sangat bergantung pada perbedaan-perbedaan yang khas tersebut. Oleh sebab itu, kita perlu memandang manusia secara menyeluruh, utuh, dan dalam integritas pribadi.
Sikap dan Perilaku
Sedikitnya ada tiga pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami perilaku manusia, yaitu pendekatan kognitif, pendekatan kepuasan, dan pendekatan psikoanalisis.
Pendekatan kognitif memanfaatkan munculnya perilaku sebagai jawaban (respons) dari adanya rangsangan (stimulus) yang diterima orang-orang. Pendekatan kepuasan menunjukkan bahwa seseorang akan merasa puas apabila kebutuhannya dapat terpenuhi, dan pekerjaan yang diterimanya menarik dan menantang kemampuannya.
Dari pendekatan psikoanalisis, diketahui ada tiga unsur yang dapat menyebabkan perilaku seseorang, yaitu id, ego dan super ego yang masing-masing dapat saling bertentangan. Id merupakan unsur yang menyebabkan munculnya perilaku tanpa mempedulikan unsur yang lain. Akan tetapi dua unsur yang lain juga dapat saling mendukung atau saling menolak terhadap keinginan id. Interaksi ketiga unsur tersebut mengakibatkan munculnya perilaku tertentu.
Teori Kepribadian
Sebenarnya, masalah perilaku manusia sangat sulit diramalkan kemunculannya. Sangat bergantung kepada kepribadian yang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan dan faktor keturunan, yang tentu saja akan berbeda bagi masing-masing individu. Cara ia merespons terhadap rangsangan lingkungan sangat berbeda, sehingga kita sulit meramalkan perilaku, kecuali kita dapat memahami lingkungannya.
Di sisi lain, ada pendekatan ciri yang dapat menunjukkan kecenderungan konsistensi perilaku seseorang, sebab ciri dianggap bagian yang membentuk kepribadian dan penunjuk perilaku. Namun pendapat ini banyak dikritik, sebab ciri tidak dapat dibuktikan secara kausal terhadap perilaku. Ciri juga tidak dapat memberikan pengertian tentang perkembangan dan dinamika kepribadian. Ciri juga tidak memberikan perhatian dengan situasi pekerjaan.
Sigmund Freud mengatakan bahwa kehidupan ketika manusia tumbuh dari kecil mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku setelah ia dewasa, khususnya faktor-faktor ketidaksadaran.
Peran dan Perilaku
Dalam kehidupannya, tanpa disadari, sebenarnya masing-masing orang telah membawakan perannya, baik tunggal maupun ganda, baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di dalam organisasi.
Fungsi peran di dalam organisasi sangatlah penting, agar tidak terjadi konflik dan kerancuan peran antara satu anggota dan anggota lainnya. Fungsi tersebut diperjelas dengan adanya uraian tugas (job description), yang menunjukkan posisi seseorang dalam organisasi, termasuk batas-batas wewenangnya, kekuasaan, hak, kewajiban, dll.
Persepsi terhadap fungsi peran tersebut dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam organisasi dan kinerja individu serta kelompok atau organisasinya.
Sumber : http://suryanto-bogor.blogspot.com/2011/12/mempengaruhi-sikap-dan-perilaku.html
Ada beberapa pengertian tentang sikap (attitude) dan perilaku (behavior) menurutbeberapa sumber diantaranya :Carl Jung seorang ahli yang membahas tentang sikap. Ia mendefinisikan tentang sikapsebagai "kesiapan dari psike untuk bertindak atau bereaksi dengan cara tertentu". Sikapsering muncul dalam bentuk pasangan, satu disadari sedang yang lainnya tidak disadari.Sumber di www. wikipedia.org menjelaskan sikap adalah perasaan seseorang tentangobyek, aktivitas, peristiwa dan orang lain. Perasaan ini menjadi konsep yangmerepresentasikan suka atau tidak sukanya (positif, negatif, atau netral) seseorang pada sesuatu.
Seseorang pun dapat menjadi ambivalen terhadap suatu target, yang berarti ia terusmengalami bias positif dan negatif terhadap sikap tertentu.Sikap muncul dari berbagai bentuk penilaian. Sikap dikembangkan dalam tiga model,yaitu afeksi, kecenderungan perilaku, dan kognisi. Respon afektif adalah respon fisiologisyang mengekspresikan kesukaan individu pada sesuatu. Kecenderungan perilaku adalahindikasi verbal dari maksud seorang individu. Respon kognitif adalah pengevaluasian secarakognitif terhadap suatu objek sikap. Kebanyakan sikap individu adalah hasil belajar sosial dari lingkungannya.
Bisa terdapat kaitan antara sikap dan perilaku seseorang walaupun tergantung padafaktor lain, yang kadang bersifat irasional. Sebagai contoh, seseorang yang menganggappenting transfusi darah belum tentu mendonorkan darahnya. Hal ini masuk akal bila orangtersebut takut melihat darah, yang akan menjelaskan irasionalitas tadi.Sikap dapat mengalami perubahan sebagai akibat dari pengalaman. Tesser (1993)berargumen bahwa faktor bawaan dapat mempengaruhi sikap tapi secara tidak langsung.Sebagai contoh, bila seseorang terlahir dengan kecenderungan menjadi ekstrovert, makasikapnya terhadap suatu jenis musik akan terpengaruhi. Sikap seseorang juga dapat berubahakibat bujukan. Hal ini bisa terlihat saat iklan atau kampanye mempengaruhi seseorang.
Lou Holtz berpendapat Ability is what you're capable of doing. Motivationdetermines what you do. Attitude determines how well you do it." (Kemampuan adalah apayang Anda mampu lakukan. Motivasi menentukan apa yang Anda lakukan. Sikapmenentukan seberapa baik Anda melakukannya.
KARAKTERISTIK DAN PERILAKU MANUSIA
Karakteristik dan Hakikat Manusia
Unsur manusia adalah unsur yang paling vital di dalam organisasi. Ia dapat menggagalkan dan mendukung keberhasilan usaha pencapaian tujuan organisasi. Hal ini disebabkan oleh sifat yang unik dalam diri manusia.
Manusia memiliki perbedaan masing-masing, yang disebabkan oleh adanya perbedaan kemampuan, latar belakang, aspirasi, dll. Motivasi kerjanya juga sangat bergantung pada perbedaan-perbedaan yang khas tersebut. Oleh sebab itu, kita perlu memandang manusia secara menyeluruh, utuh, dan dalam integritas pribadi.
Sikap dan Perilaku
Sedikitnya ada tiga pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami perilaku manusia, yaitu pendekatan kognitif, pendekatan kepuasan, dan pendekatan psikoanalisis.
Pendekatan kognitif memanfaatkan munculnya perilaku sebagai jawaban (respons) dari adanya rangsangan (stimulus) yang diterima orang-orang. Pendekatan kepuasan menunjukkan bahwa seseorang akan merasa puas apabila kebutuhannya dapat terpenuhi, dan pekerjaan yang diterimanya menarik dan menantang kemampuannya.
Dari pendekatan psikoanalisis, diketahui ada tiga unsur yang dapat menyebabkan perilaku seseorang, yaitu id, ego dan super ego yang masing-masing dapat saling bertentangan. Id merupakan unsur yang menyebabkan munculnya perilaku tanpa mempedulikan unsur yang lain. Akan tetapi dua unsur yang lain juga dapat saling mendukung atau saling menolak terhadap keinginan id. Interaksi ketiga unsur tersebut mengakibatkan munculnya perilaku tertentu.
Teori Kepribadian
Sebenarnya, masalah perilaku manusia sangat sulit diramalkan kemunculannya. Sangat bergantung kepada kepribadian yang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan dan faktor keturunan, yang tentu saja akan berbeda bagi masing-masing individu. Cara ia merespons terhadap rangsangan lingkungan sangat berbeda, sehingga kita sulit meramalkan perilaku, kecuali kita dapat memahami lingkungannya.
Di sisi lain, ada pendekatan ciri yang dapat menunjukkan kecenderungan konsistensi perilaku seseorang, sebab ciri dianggap bagian yang membentuk kepribadian dan penunjuk perilaku. Namun pendapat ini banyak dikritik, sebab ciri tidak dapat dibuktikan secara kausal terhadap perilaku. Ciri juga tidak dapat memberikan pengertian tentang perkembangan dan dinamika kepribadian. Ciri juga tidak memberikan perhatian dengan situasi pekerjaan.
Sigmund Freud mengatakan bahwa kehidupan ketika manusia tumbuh dari kecil mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku setelah ia dewasa, khususnya faktor-faktor ketidaksadaran.
Peran dan Perilaku
Dalam kehidupannya, tanpa disadari, sebenarnya masing-masing orang telah membawakan perannya, baik tunggal maupun ganda, baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di dalam organisasi.
Fungsi peran di dalam organisasi sangatlah penting, agar tidak terjadi konflik dan kerancuan peran antara satu anggota dan anggota lainnya. Fungsi tersebut diperjelas dengan adanya uraian tugas (job description), yang menunjukkan posisi seseorang dalam organisasi, termasuk batas-batas wewenangnya, kekuasaan, hak, kewajiban, dll.
Persepsi terhadap fungsi peran tersebut dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam organisasi dan kinerja individu serta kelompok atau organisasinya.
Sumber : http://suryanto-bogor.blogspot.com/2011/12/mempengaruhi-sikap-dan-perilaku.html
KEPRIBADIAN NILAI & GAYA HIDUP
Kepribadian
Pola yang dapat dilihat dari kepribadian seseorang adalah dengan cara mengetahui karakter asli dari orang tersebut dengan mengamati kepribadian sehari-harinya. Seseorang yang memiliki kepribadian sederhana, mewah, atupun royal dapat terlihat dari bagaimana seseorang itu bersikap, berpenampilan, serta karakternya. Seseorang yang memiliki kepribadian sederhana maka orang tersebut didak akan terlalu manampakkan apa yang ia miliki, walaupun ia memiliki sesuatu yang mungkin dapat dipamerkan kepada orang lain.
Nilai
Pola yang dapat kita lihat dari nilai adalah perubahan perilaku dan alasan seseorang dalam membelanjakan uang atau sember daya yang mereka kelola dan mereka miliki. Semakin tinggi mereka menilai dari suatu barang dan jasa terhadap kehidupan, maka makin tinggi pula apresiasi mereka dalam memandang barang dan jasa tersebut dari segi konsumsi.
Gaya Hidup
Pola yang dilihat dari gaya hidup seseorang sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pola yang dilihat dari kepribadian maupun nilai. Tetapi yang membedahkannya adalah dalam gaya hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh pergaulan dan lingkungan sekitar.
Contohnya adalah seseorang yang hidup di daerah perkotaan tentu sangat berbeda dengan seseorang yang hidup di pedesaan. Walaupun belum tentu pula orang yang hidup di perkotaan memiliki tingkat pendapatan yang lebih besar dari masyarakat pedesaan. Hal ini dikarenakan, seseorang yang hidup atau tinggal di perkotaan memiliki gaya hidup yang lebih moderen dan dinamis dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan. Dimana di kota-kota besar dipenuhi dengan berbagai modernisasi, fasilitas dan perkembangan teknologi yang lebih maju dibandngkan dengan di pedesaan. Serta tingkat pergaulan masyarakat perkotaan yang sangat dinamis dan beragam. Dimana di perkotaan terdapat berbagai macam suku bangsa yang hidup berdampingan dan saling berinteraksi. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi gaya hidup seseorang, selain gaya hidup yang juga berhubungan erat dengan nilai dan kepribadian masing-masing individu.
Kepribadian nilai dan gaya hidup adalah naluri alamiah yang merupakan atribut atau sifat-sifat yang berada pada sifat manusia, bagaimana cara manusia berfikir, faktor lingkungan sebagai sebuah objek pengaruh dalam menentukan pola berfikir manusia, dan juga faktor pendapatan yang membentuk manusia pada pola-pola.
Sumber : http://didietpratama.blogspot.com/2011/11/kepribadian-nilai-dan-gaya-hidup.html
Pola yang dapat dilihat dari kepribadian seseorang adalah dengan cara mengetahui karakter asli dari orang tersebut dengan mengamati kepribadian sehari-harinya. Seseorang yang memiliki kepribadian sederhana, mewah, atupun royal dapat terlihat dari bagaimana seseorang itu bersikap, berpenampilan, serta karakternya. Seseorang yang memiliki kepribadian sederhana maka orang tersebut didak akan terlalu manampakkan apa yang ia miliki, walaupun ia memiliki sesuatu yang mungkin dapat dipamerkan kepada orang lain.
Nilai
Pola yang dapat kita lihat dari nilai adalah perubahan perilaku dan alasan seseorang dalam membelanjakan uang atau sember daya yang mereka kelola dan mereka miliki. Semakin tinggi mereka menilai dari suatu barang dan jasa terhadap kehidupan, maka makin tinggi pula apresiasi mereka dalam memandang barang dan jasa tersebut dari segi konsumsi.
Gaya Hidup
Pola yang dilihat dari gaya hidup seseorang sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pola yang dilihat dari kepribadian maupun nilai. Tetapi yang membedahkannya adalah dalam gaya hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh pergaulan dan lingkungan sekitar.
Contohnya adalah seseorang yang hidup di daerah perkotaan tentu sangat berbeda dengan seseorang yang hidup di pedesaan. Walaupun belum tentu pula orang yang hidup di perkotaan memiliki tingkat pendapatan yang lebih besar dari masyarakat pedesaan. Hal ini dikarenakan, seseorang yang hidup atau tinggal di perkotaan memiliki gaya hidup yang lebih moderen dan dinamis dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan. Dimana di kota-kota besar dipenuhi dengan berbagai modernisasi, fasilitas dan perkembangan teknologi yang lebih maju dibandngkan dengan di pedesaan. Serta tingkat pergaulan masyarakat perkotaan yang sangat dinamis dan beragam. Dimana di perkotaan terdapat berbagai macam suku bangsa yang hidup berdampingan dan saling berinteraksi. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi gaya hidup seseorang, selain gaya hidup yang juga berhubungan erat dengan nilai dan kepribadian masing-masing individu.
Kepribadian nilai dan gaya hidup adalah naluri alamiah yang merupakan atribut atau sifat-sifat yang berada pada sifat manusia, bagaimana cara manusia berfikir, faktor lingkungan sebagai sebuah objek pengaruh dalam menentukan pola berfikir manusia, dan juga faktor pendapatan yang membentuk manusia pada pola-pola.
Sumber : http://didietpratama.blogspot.com/2011/11/kepribadian-nilai-dan-gaya-hidup.html
Sikap motivasi & Mawas Diri
Motivasi
Kata
motivasi semakin sering digunakan akhir-akhir ini. Baik itu di
buku-buku populer, seminar-seminar atau lainnya, terutama dalam hal yang
menyangkut pengembangan diri. Apa sebenarnya motivasi itu, dari mana
dan kenapa perlu motivasi terutama dalam pengembangan diri? Bila anda
mempunyai keinginan, maka anda perlu motivasi untuk memanifestasi
keinginan tersebut. Hanya dengan afirmasi atau niat, tanpa motivasi,
belum cukup untuk mewujudkannya.
“Saya bermotivasi tinggi untuk memperbaiki diri sendiri” sebuah contoh kalimat yang digunakan untuk menaikkan motivasi pada diri kita sendiri, untuk sesuatu yang kita inginkan. Jadi apa sebenarnya motivasi itu?
Motivasi
adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Motivasi
adalah sebuah energi pendorong yang berasal dari dalam kita sendiri.
Motivasi
adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Energi
pendorong dari dalam agar apapun yang kita inginkan dapat terwujud.
Motivasi erat sekali hubungannya dengan keinginan dan ambisi, bila salah
satunya tidak ada, motivasi pun tidak akan timbul.
Banyak
dari kita yang mempunyai keinginan dan ambisi besar, tapi kurang
mempunyai inisiatif dan kemauan untuk mengambil langkah untuk
mencapainya. Ini menunjukkan kurangnya enrgi pendorong dari dalam diri
kita sendiri atau kurang motivasi.
Motivasi
akan menguatkan ambisi, meningkatkan inisiatif dan akan membantu dalam
mengarahkan energi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dengan
motivasi yang benar kita akan semakin mendekati keinginan kita.
Biasanya
motivasi akan besar, bila orang tersebut mempunyai visi jelas dari apa
yang diinginkan. Ia mempunyai gambaran mental yang jelas dari kondisi
yang diinginkan dan mempunyai keinginan besar untuk mencapainya.
Motivasilah yang akan membuat dirinya melangkah maju dan mengambil
langkah selanjutnya untuk merealisasikan apa yang diinginkannya.
Mawas Diri
Hal
yang paling penting dalam seorang pria adalah kedewasaan. Tanpa mawas
diri, manusia tidak akan tumbuh, berubah dan dewasa. Pada usia sekitar
10 tahun kita sudah bisa berpikir abstrak. Mawas diri adalah sebuah
konsep abstrak yang pada hakikatnya adalah kemampuan untuk “melangkah
keluar dan melihat ke dalam diri kita” untuk membuat penilaian bagaimana
kita bertindak dan berbuat. Melihat diri sendiri seperti orang lain
melihat diri kita.
Pernahkah
kamu pada saat mendekati wanita yang kamu sukai, kamu mengucapkan hal
yang bodoh, hal yang kebablasan, keblinger, keterlaluan? Karena tidak
mawas diri. Pernahkah kamu berdebat dengan teman hingga akhirnya muncul
perkelahian? Karena tidak mawas diri. Apakah kamu pernah menyesali
karena telah membeli sesuatu yang mudah rusak? Karena tidak mawas diri.
Pernahkah kamu seharian menonton tv dan main game hingga kamu lupa
mandi, lupa makan, lupa mengurus rumah? Karena tidak mawas diri.
Tanpa
mawas diri, semuanya akan menjadi di luar kontrol kita seolah kita tak
sadar melakukannya, dan membuang waktu dan energi yang banyak.
Kebanyakan kita, dalam keseharian hidup seringkali tidak menyadari
kebiasaan kita dan itu berpengaruh pada orang lain. Jika kamu mencamkan
dalam pikiranmu bagaimana sangat terbiasanya emosi dan kebiasaan cewek
pada umumnya, kamu akan melihat betapa pentingnya mawas diri dalam
kehidupan romansamu.
Di
luar sana banyak pria yang mempesona bagi para cewek dan coba lihat
kebiasaan mereka dalam kehidupannya. Namun pada saat mereka terjun ke
lapangan, mereka tampak aneh seperti badut bagi cewek. Ide “pickup line”
yang menjadi senjata ampuh untuk memikat wanita adalah sebuah ide yang
bodoh dan terlihat menjadi hal yang tidak-tidak bagi cewek. Alasannya
adalah jika seorang pria membuat seorang cewek tertarik dan jatuh cinta
tanpa disertai MAWAS DIRI seorang pria, dia terlihat bagaikan RAJA tanpa
busana.
Mawas
diri adalah kemampuan untuk mengatur respons sosial di dunia nyata,
mengubah apa yang kamu lakukan agar sesuai dengan kultur, lingkungan,
dan kebiasaan orang yang kamu ajak berkomunikasi.
Sumber : http://sahbudin.blogspot.com/
EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN
KonsepKeputusan
Keputusan adalah suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Bila seseorang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli dan tidak membeli tapi memilih membeli, maka dia ada dalam posisi membuat keputusan. Semua orang mengambil keputusan setiap hari dalam hidupnya tanpa disadari. Dalam proses pengambilan keputusan, konsumen harus melakukan pemecahan masalah dalam kebutuhan yang dirasakan dan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan Dengan konsumsi produk atau jasa yang sesuai.
Adapunpertimbangan yang dilakukankonsumensebagaiberikut :
1. Produk yang murah - Produk yang mahal
tingkat ekonomi suatu Negara mempengaruhi konsumen untuk megkonsumsi barang-barang yang harganyarelatifmurah. Hanyabeberapapersenpenduduk yang berani mengkonsumsi suatu produk atau jasa Dengan harga yang mahal. Selebihnya, berpikir 3 sampai 4 kali untuk membelinya.
2. Pembelian yang sering - Pembelian yang jarang
barang atau jasa yang seringdibeli
3. Merk yang biasa - Merkterkenal
4. Aspek-aspekpemilihankeputusan
5. Kelas produk dan merek kurang terkenal- Kelas produk dan merek terkenal
6. Pembelian Dengan pertimbangan dan Pembelian Dengan pertimbangan
7. Pencarian yang kurang matang dan pencari anintensif
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
1. Sudut pandang ekonomis, konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional harus mengetahui semua kelemahan dan kekuatan produk atau jasa yang dibelinya serta mempertimbangkan kegunaannya untuk jangka pendek, menengah dan panjang.
2. Sudut pandang kognitif, konsumen merupakan pengelolah informasi yang selalu mencaritahu apa saja tentang produk dan jasa yang dibutuhkan. Pengelola informasi selalu berujung pada pilihan unutk membeli atau menolak produk tersebut.
3. Sudut pandang emosional, konsumen yang memiliki sifat cenderung mengkoleksi atau memfavoritkan suatu barang atau jasa dan akan melakukan apa pun demi mendapatkannya termasuk dalam golongan ini, sehingga anggapan emotional man itutidak rasional adalah tidak benar. Tetapi, bila sudah mendapatkan produk yang membuat perasaan mereka lebih baik, maka keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan rasional.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
1. Pengaruh eksternal
• keluarga
• sumberinformasi
• kelas social
• budaya
2. Pengambilan keputusan pada konsumen
• sadarakan kebutuhan
• mencari sebelum membeli / survey
• mengevaluasi produk
3. Area psikologis
• motivasi
• persepsi
• pembelajaran
• kepribadian
• sikap
4. Perilaku setelah keputusan pembelian
• percobaan
• pembelianulang
Tiga faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen :
1. Konsumen individu, Pilihan merk dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merk dan sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merk dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup dan karakteristik personalia.
2. Pengaruh lingkungan, Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial, teman, anggota keluarga dan faktor yang menentukan situasional.
3. marketing strategy, Pemasaran yang baik adalah pemasaran yang mempunyai banyak data atau informasi dari konsumen untuk evaluasi dalam proses pengambilan keputsan, sehingga pasar dapat tepat sasaran.
Sumber : https://plus.google.com/u/0/112796834764594980926/posts/7uKsPcs5ptU
Keputusan adalah suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Bila seseorang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli dan tidak membeli tapi memilih membeli, maka dia ada dalam posisi membuat keputusan. Semua orang mengambil keputusan setiap hari dalam hidupnya tanpa disadari. Dalam proses pengambilan keputusan, konsumen harus melakukan pemecahan masalah dalam kebutuhan yang dirasakan dan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan Dengan konsumsi produk atau jasa yang sesuai.
Adapunpertimbangan yang dilakukankonsumensebagaiberikut :
1. Produk yang murah - Produk yang mahal
tingkat ekonomi suatu Negara mempengaruhi konsumen untuk megkonsumsi barang-barang yang harganyarelatifmurah. Hanyabeberapapersenpenduduk yang berani mengkonsumsi suatu produk atau jasa Dengan harga yang mahal. Selebihnya, berpikir 3 sampai 4 kali untuk membelinya.
2. Pembelian yang sering - Pembelian yang jarang
barang atau jasa yang seringdibeli
3. Merk yang biasa - Merkterkenal
4. Aspek-aspekpemilihankeputusan
5. Kelas produk dan merek kurang terkenal- Kelas produk dan merek terkenal
6. Pembelian Dengan pertimbangan dan Pembelian Dengan pertimbangan
7. Pencarian yang kurang matang dan pencari anintensif
ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
1. Sudut pandang ekonomis, konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional harus mengetahui semua kelemahan dan kekuatan produk atau jasa yang dibelinya serta mempertimbangkan kegunaannya untuk jangka pendek, menengah dan panjang.
2. Sudut pandang kognitif, konsumen merupakan pengelolah informasi yang selalu mencaritahu apa saja tentang produk dan jasa yang dibutuhkan. Pengelola informasi selalu berujung pada pilihan unutk membeli atau menolak produk tersebut.
3. Sudut pandang emosional, konsumen yang memiliki sifat cenderung mengkoleksi atau memfavoritkan suatu barang atau jasa dan akan melakukan apa pun demi mendapatkannya termasuk dalam golongan ini, sehingga anggapan emotional man itutidak rasional adalah tidak benar. Tetapi, bila sudah mendapatkan produk yang membuat perasaan mereka lebih baik, maka keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan rasional.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
1. Pengaruh eksternal
• keluarga
• sumberinformasi
• kelas social
• budaya
2. Pengambilan keputusan pada konsumen
• sadarakan kebutuhan
• mencari sebelum membeli / survey
• mengevaluasi produk
3. Area psikologis
• motivasi
• persepsi
• pembelajaran
• kepribadian
• sikap
4. Perilaku setelah keputusan pembelian
• percobaan
• pembelianulang
Tiga faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen :
1. Konsumen individu, Pilihan merk dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merk dan sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merk dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup dan karakteristik personalia.
2. Pengaruh lingkungan, Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial, teman, anggota keluarga dan faktor yang menentukan situasional.
3. marketing strategy, Pemasaran yang baik adalah pemasaran yang mempunyai banyak data atau informasi dari konsumen untuk evaluasi dalam proses pengambilan keputsan, sehingga pasar dapat tepat sasaran.
Sumber : https://plus.google.com/u/0/112796834764594980926/posts/7uKsPcs5ptU
Proses Pengambilan keputusan
Definisi Pengambilan Keputusan
Keputusan merupakan hasil pemecahan
dalam suatu masalah yang harus dihadapi dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai “apa yang harus dilakukan?” dan
seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa
keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa
pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk
memecahkan masalah yang dihadapinya.
pengertian
tentang “pengambilan keputusan”. Ada
beberapa definisi tentang pengambilan keputusan, dalam hal ini arti pengambilan
keputusan sama dengan pembuatan keputusan, misalnya Terry, definisi pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif
perilaku dari dua alternatif atau lebih ( tindakan pimpinan untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapi dalam organisasi yang dipimpinnya dengan melalui
pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang dimungkinkan). Menurut Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan terhadap
hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang
dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan
merupakan tindakan yang paling tepat. Dari kedua pengertian diatas maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak
secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan.
Dapat di simpulkan bahwa Pengambilan keputusan adalah suatu hasil atau keluaran dari proses mental
atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan dalam pemilihan alternatif untuk menyelesaikan suatu masalah.
Sumber : http://26-arsip-2007.blogspot.com/2012/05/teori-pengambilan-keputusan.html
segmentasi pasar & analisis geografis
Segmentasi pasar adalah strategi pemasaran yang melibatkan membagi luas target pasar ke dalam himpunan bagian dari konsumen yang memiliki kebutuhan umum (dan / atau keinginan umum) serta aplikasi umum untuk barang dan jasa yang relevan.
Tergantung pada karakteristik spesifik dari produk, ini subset dapat
dibagi dengan kriteria seperti usia dan jenis kelamin, atau perbedaan
lainnya, seperti lokasi atau pendapatan.
Kampanye pemasaran maka dapat dirancang dan dilaksanakan untuk
menargetkan segmen pelanggan tertentu, menangani kebutuhan atau
keinginan yang diyakini umum di segmen ini, menggunakan media yang
digunakan oleh segmen pasar.
Meskipun mungkin ada secara teoritis 'ideal' segmen pasar, dalam kenyataannya setiap organisasi yang terlibat dalam pasar akan mengembangkan cara-cara yang berbeda membayangkan segmen pasar, dan menciptakan diferensiasi produk strategi untuk mengeksploitasi segmen ini. Segmentasi pasar yang sukses dan strategi diferensiasi produk yang sesuai dapat memberikan perusahaan keuntungan komersial, karena pertandingan lebih efektif antara pelanggan target dan produk.
sumber : http://translate.googleusercontent.com/translate_c?depth=1&ei=9ejsUJH7A4mjkwWY2IDQAg&hl=id&langpair=en|id&rurl=translate.google.com&twu=1&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Market_segmentation&usg=ALkJrhjJWeVxrOjSmanSMt3b37oZJVMhpA
Meskipun mungkin ada secara teoritis 'ideal' segmen pasar, dalam kenyataannya setiap organisasi yang terlibat dalam pasar akan mengembangkan cara-cara yang berbeda membayangkan segmen pasar, dan menciptakan diferensiasi produk strategi untuk mengeksploitasi segmen ini. Segmentasi pasar yang sukses dan strategi diferensiasi produk yang sesuai dapat memberikan perusahaan keuntungan komersial, karena pertandingan lebih efektif antara pelanggan target dan produk.
segmentasi Geografis
Pasar tersegmentasi sesuai dengan kriteria geografis-bangsa, negara, daerah, negara, kota, lingkungan, atau kode pos. Geo-cluster pendekatan menggabungkan data demografis dengan data geografis untuk membuat profil yang lebih akurat dari yang spesifik. Sehubungan dengan wilayah, di daerah hujan Anda dapat menjual hal-hal seperti jas hujan, payung dan gumboots. Di daerah panas Anda dapat menjual pakaian musim panas. Di daerah dingin Anda dapat menjual pakaian hangat.sumber : http://translate.googleusercontent.com/translate_c?depth=1&ei=9ejsUJH7A4mjkwWY2IDQAg&hl=id&langpair=en|id&rurl=translate.google.com&twu=1&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Market_segmentation&usg=ALkJrhjJWeVxrOjSmanSMt3b37oZJVMhpA
Langganan:
Postingan (Atom)